© Vincent, 2013-2018; Semarang, Indonesia.  Dokter Tetap Orthopedi & Traumatologi @ SMC (Semarang Medical Center) - RS Telogorejo Semarang.

Dokter Tulang, Sendi & anggota gerak @ Semarang Halaman Muka Tentang Saya Info Kesehatan Kontak/Klinik Konsultasi Keropos Tulang (Osteoporosis)

Pengeroposan tulang adalah istilah awam untuk suatu kondisi kerapuhan tulang akibat berkurangnya kepadatan/densitas massa tulang. Pengeroposan tulang ini cukup lazim terjadi pada usia senja, meskipun secara umum dibedakan menjadi dua macam yaitu: pengeroposan pasca menopause dan pengeroposan senilis (masa tua).  Kepadatan tulang manusia pada umumnya bertambah pada masa muda, mencapai puncak pada usia dekade 3 (25 – 30 tahun), dan menurun seiring bertambahnya usia hingga akhir masa hidup.   Dalam pengamatan menggunakan mikroskop struktur tulang tetap tampak normal hanya bentukan jaring-jaring tulang menjadi tipis dan mudah patah.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar:  tulang normal                          Gambar:  tulang keropos

 

Mengenai gejala/tanda yang tampak, keropos tulang ini gampang-gampang susah.  Umumnya tidak tampak gejala-gejala sampai timbul suatu patah tulang akibat benturan yang relatif ringan.  Gejala awal pada orang yang sensitif terkadang terasa linu-linu pada tulang dan perlu waspada bila usia sudah mendekati 60 tahun atau pada wanita setelah melewati masa menopause (sudah tidak datang bulan lagi).  Gejala lanjut berupa tinggi badan yang makin menurun pada usia lanjut dan tulang belakang yang makin membungkuk, dan terjadinya patah tulang karena benturan yang relatif ringan. Bila didapatkan kecenderungan terjadi suatu pengeroposan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan penunjang berupa ronsen, USG atau pemeriksaan khusus pengeroposan yaitu BMD (Bone Mineral Density)/DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometri) untuk mengetahui kualitas kepadatan tulang.

 

Penanganannya, lebih baik pencegahan daripada pengobatan.  Pencegahan paling mudah dengan pola hidup sehat makan makanan empat sehat lima sempurna, asupan susu/kalsium yang cukup, rajin berolahraga, berjemur dibawah matahari pagi hari, berobat bila memiliki penyakit kronis, dan jaga diri jangan sampai jatuh.  Pengobatan dengan obat-obatan suplemen seperti kalsium dan vitamin D, obat-obat yang menghambat perusakan tulang, obat-obat hormonal, dan reposisi dan gips / operasi bila sudah terlanjur terjadi patah tulang.

 

Vincent, Februari 2013

“Mencegah lebih baik daripada Mengobati”

Gambar: Keropos tulang belakang (seiring bertambahnya usia, kiri: normal, kanan: keropos)