© Vincent, 2013-2018; Semarang, Indonesia.  Dokter Tetap Orthopedi & Traumatologi @ SMC (Semarang Medical Center) - RS Telogorejo Semarang.

Dokter Tulang, Sendi & anggota gerak @ Semarang Halaman Muka Tentang Saya Info Kesehatan Kontak/Klinik Konsultasi

Pengapuran sendi merupakan istilah awam untuk suatu kondisi medis yang dikenal sebagai osteoarthritis.  Istilah “pengapuran” sendi sebenarnya kurang begitu tepat menggambarkan kondisi sendi, mengingat bahwa sebenarnya sendi tersebut tidak mengalami timbunan kapur maupun kalsium.  Istilah yang lebih tepat menggambarkan kondisi adalah penuaan sendi dini.  Kondisi ini mengacu pada kerusakan tulang rawan sendi, bantalan sendi, berkurangnya cairan sendi dan pembentukan penonjolan tulang baru menyerupai duri akibat proses penuaan, baik dengan ataupun tanpa kejadian yang mendahului seperti trauma/benturan sendi, radang sendi, dan kelainan bawaan sendi bertahun-tahun sebelumnya.  Usia lanjut umumnya lebih banyak mengalami kondisi ini, tetapi dapat pula terjadi pada usia muda umumnya bila ada kejadian/proses sebelumnya yang menimpa sendi.

Gejala awal yang dirasakan umumnya adalah nyeri sendi, terbanyak adalah pada lokasi sendi lutut dan sendi panggul tetapi dapat pula pada sendi-sendi jari.  Gejala lain berupa kaku sendi yang umumnya lebih terasa pada pagi hari.  Pada tahap lebih lanjut gerakan sendi dapat berbunyi, tidak dapat digerakkan dan kaki menjadi bengkok (seperti huruf O atau X).

Untuk penegakan diagnosis dan mengetahui berat ringannya pengapuran sendi ini, selain riwayat dan keluhan, perlu dilakukan suatu pemeriksaan fisik dengan beberapa manuver khusus dan pemeriksaan penunjang seperti ronsen.  Yang perlu diingat bahwa kondisi pengapuran sendi ini mengenai sendi dan adalah kondisi yang berbeda dengan pengeroposan tulang/osteoporosis yang mengenai tulang sehingga penatalaksanaannya pun berbeda.

Penatalaksanaan pengapuran sendi dilakukan berdasarkan derajat keparahannya.  Secara umum terdapat empat derajat keparahan, dimana untuk derajat satu dan dua dengan derajat relatif ringan s/d menengah yang meliputi sebagian besar penderita pengapuran sendi, dapat dilakukan dengan modifikasi aktivitas dan faktor-faktor yang memperburuk kondisi, fisiotherapi, obat minum maupun oles, suplemen tulang, dan penyuntikan sendi.  Sedangkan untuk derajat berat (tiga dan empat) hal-hal tersebut diatas umumnya tidak memberikan hasil baik dan pada kondisi tertentu memerlukan penggantian sendi menggunakan sendi buatan.   Yang perlu diperhatikan pula bahwa saat ini dunia telah modern dengan kemajuan teknologi demikian pesat sehingga pada dasarnya penggantian sendi adalah bukan hal yang baru.  Dengan kemajuan ilmu kedokteran, penggantian sendi relatif aman dan terjangkau, dan harus dipandang bukan sebagai hal yang menakutkan.  Opini sebagian besar penderita yang sudah melakukan penggantian sendi pada umumnya baik dan senang, serta pada kenyataannya merubah hidup penderita pengapuran sendi lanjut yang sebelumnya penuh nyeri dan penderitaan menjadi lebih mudah dan nyaman untuk beraktivitas dan berjalan seperti biasa.

 

Vincent, Agustus 2012

“Tidak ada sendi buatan yang sebaik sendi asli ciptaan Tuhan; tidak ada sendi dengan pengapuran sendi berat yang  sebaik sendi buatan”

kaki “O” pada lutut dengan pengapuran sendi

rusaknya tulang rawan sendi pada proses pengapuran sendi