© Vincent, 2013-2018; Semarang, Indonesia.  Dokter Tetap Orthopedi & Traumatologi @ SMC (Semarang Medical Center) - RS Telogorejo Semarang.

Dokter Tulang, Sendi & anggota gerak @ Semarang Halaman Muka Tentang Saya Info Kesehatan Kontak/Klinik Konsultasi TEROPONG SENDI (ARTHROSCOPY)

Teropong Sendi adalah salah satu metode untuk mendiagnosis dan memperbaiki kondisi tertentu dalam sendi dengan banyak keunggulan dibandingkan tindakan bedah konvensional.

Teropong sendi (arthroscopy) adalah suatu prosedur tindakan untuk melihat dan memperbaiki kondisi dalam sendi melalui lubang kecil pada kulit.  Bagi orang awam di Indonesia, tindakan teropong sendi ini masih relatif belum banyak dikenal.  Pada masa dahulu, semua tindakan operasi untuk memperbaiki sendi dilakukan secara konvensional dengan irisan kulit yang panjang dan menimbulkan bekas luka yang panjang setelah tindakan pembedahan.  Dengan adanya teropong sendi ini (menggunakan kamera kecil yang masuk ke dalam sendi dihubungkan ke monitor TV), banyak tindakan untuk memperbaiki sendi dapat dilakukan dengan hanya membuat beberapa lubang kecil sepanjang < 1 cm pada kulit sehingga memberikan keuntungan berupa bekas luka dan resiko infeksi yang jauh lebih kecil.  Keuntungan lain, umumnya rasa nyeri setelah tindakan lebih ringan, perdarahan lebih sedikit, dan lama perawatan lebih singkat dibandingkan operasi konvensional.

Sendi yang paling umum dilakukan teropong sendi adalah sendi lutut, dengan beberapa contoh kasus penyakit atau cedera olahraga yang dapat diterapi menggunakan teropong sendi antara lain: cedera ligamen (urat) sendi lutut, cedera bantalan sendi, pengapuran sendi stadium tertentu, infeksi sendi, radang sendi, patah tulang dengan serpihan dalam sendi, dsb.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegunaan teropong sendi meliputi diagnostik (menentukan penyakit) dengan melihat langsung ke dalam sendi, dan terapi (memperbaiki) penyakit sendi dalam batas tertentu.  Contohnya pada kondisi putus ligamen lutut dapat dilakukan rekonstruksi ligamen, pada kondisi robek bantalan sendi dapat dilakukan penjahitan ataupun merapikan tepi robekan, pada kondisi radang dapat dilakukan pengerokan, dan pada kondisi sendi infeksi/kotor dapat dilakukan pembersihan dan pembilasan sendi, dan pada kondisi pengapuran yang belum berat dapat merapikan isi sendi dan membilas sendi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apabila memerlukan bantuan/informasi lebih lanjut, pembaca dapat menghubungi saya melalui website www.doktertulangsemarang.com (konsultasi via e-mail), Klinik Rawat Jalan RS Telogorejo (Senin - Sabtu), atau untuk kasus gawat darurat dapat menghubungi saya melalui IGD RS Telogorejo.

Vincent, Oktober 2014

Gambar luka operasi lutut:
Kiri      : Luka bedah konvensional (16 cm)
Kanan : Luka teropong sendi lutut (2 x 1 cm)
Gambar Teknik Arthroscopy Lutut
Kiri      :  kamera dan alat melalui lubang kecil
Kanan:  radang sendi terlihat melalui teropong